Dapurremaja.com| Serua
Wali Kota Depok, Supian Suri meninjau Unit Pengolahan Sampah (UPS) RW 04 di Kelurahan Duren Seribu (Duser), Kecamatan Bojongsari, pada Jumat (21/03/25).
Dikesempatan itu, Supian Suri yang didampingi wakil walikota menekankan, permasalahan sampah menjadi salah satu prioritas utama yang harus segera ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
“Pertama saya minta tolong Pak Wakil buat konsen terkait dengan permasalahan sampah. Kita meyakini salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan UPS Duren Seribu,” kata Supian Suri kepada berita.depok.go.id, usai kegiatan tersebut, Jumat (21/03/25).
Menurutnya, saat ini UPS yang ada masih belum optimal dalam menangani sampah. Dari hasil perhitungan di lapangan, satu UPS hanya mampu mengolah sekitar 3 ton sampah dalam sebulan, yang dinilai terlalu lama.
Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk mengevaluasi metode pengolahan sampah di UPS agar kapasitas pengelolaannya bisa ditingkatkan.
Dikesempatan yang sama, Camat Kecamatan Bojongsari, Rijal Farhan mengatakan, untuk kecamatan Bojongsari siap mwnjadi lokus terdepan dalam mensukseskan program prioritas penanganan persampahan.
“kita ketahui penanganan permaslahan persampahan menjadi skala prioritas yang akan dilaksanakan oleh pak wali dan pak wakil walikota Depok.
Untuk kecamatan bojongsari dimana terdapat 7 UPS dimasing-masing kelurahan yang dibina oleh DLHK kota Depok, kami siap menjadi yang terdepan untuk menjalankan program yang sedang dirumuskan dan akan digulirkan,”ucapnya saat mendampingi Walikota dan pak wakil walikota dalam kunjungan ke UPS Duren Seribu.
Menurutnya, setidaknya dengan memanfaatkan potensi Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang ada saat ini, jika bisa dimaksimalkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan disetiap kelurahan.
Lanjut Rjal, Saat ini, hampir setiap kelurahan dikecamatan Bojongsari sedang menggalakan budidaya magot sebagai salah satu solusi untuk menamgani persampahan.
“Dikelurahan Duren Seribu dan Pondok Petir sedang dibangun rumah budidaya magot yang nantinya akan memproduksi magot secara massal. Kami berharap dukungan dan peranserta aktif masyarakt agar program ini dapat berjalan maksimal demi kemajuan kota Depok,”ajaknya.(nez)
Editor: Supiyadi Ahmad