Rencana Unjuk Rasa di Depok Dibatalkan Setelah Pertemuan dengan Wali Kota

drnews
By drnews
2 Min Read
PT. MEDIA DAPUR REMAJA - Informasi Iklan dan Media Partner: 081290802946
Wali Kota Depok Supian Suri didampingi Ketua DPRD Depok Ade Supriatna, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras, serta Dandim 0508/Depok Kolonel Infanteri Iman Widhiarto bersama Koordinator Aksi Adi Suman. (Foto: Tangkapan Layar)

Dapurremaja.com | Depok

Rencana aksi unjuk rasa terkait Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 97 Tahun 2021 yang semula akan digelar pada 1 dan 3 September 2025 resmi dibatalkan. Pembatalan ini setelah Wali Kota Depok, Supian Suri, membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.

Pertemuan antara Wali Kota Supian Suri dengan tokoh masyarakat yang menjadi inisiator rencana aksi diadakan di Balai Kota Depok pada Sabtu (30/8/2025) malam. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Depok Ade Supriatna, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras, serta Dandim 0508/Depok Kolonel Infanteri Iman Widhiarto.

“Setelah berdiskusi dengan teman-teman penggerak masyarakat, aspirasi mereka sudah kami dengar dan akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Depok maupun DPRD,” kata Supian Suri lewat akun instagram resminya.

Koordinator aksi, Adi Suman, membenarkan bahwa rencana unjuk rasa resmi dibatalkan setelah adanya jaminan dari Wali Kota dan DPRD Depok bahwa aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti secara wajar dan proporsional.

“Untuk masyarakat Kota Depok, aksi unjuk rasa tanggal 1 maupun 3 September kami pastikan batal. Karena aspirasi sudah diterima langsung oleh Wali Kota dan Ketua DPRD dengan disaksikan aparat keamanan,” ujar Adi.

Pembatalan aksi unjuk rasa ini diambil demi menjaga ketertiban dan ketenteraman warga Depok. Pemerintah bersama DPRD memastikan aspirasi masyarakat tetap diakomodasi melalui jalur dialog. (Shuray)

Quick Link

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses