Pemkot Bekasi Antisipasi Potensi Gangguan Keamanan dengan Koordinasi dan Dialog

drnews
By drnews
1 Min Read
PT. MEDIA DAPUR REMAJA - Informasi Iklan dan Media Partner: 081290802946
Tampak Gedung Wali Kota Bekasi. (Foto: Istimewa)

Dapurremaja.com | Bekasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah antisipatif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan menyusul rencana unjuk rasa masyarakat. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan apresiasi dan pemahaman terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat, serta menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan penyampaian pendapat dilakukan secara kondusif.

“Pemerintah memahami betul apa yang menjadi harapan dan keinginan warga masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kita harus membuat penyampaian aspirasi dilakukan sebaik mungkin dan sekondusif mungkin,” ujar Tri Adhianto.

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan internal institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani demonstrasi. Dirinya menekankan agar penegakan hukum tidak hanya dilakukan keluar, tetapi juga terhadap oknum yang melanggar kode etik dalam penanganan pengunjuk rasa.

“Perlu ada perbaikan terkait dengan institusi Polri, dan terkait dengan penegakan hukum internal, jika ada pelanggaran kode etik dalam penanganan pengunjuk rasa,” jelasnya.

Tri mengungkapkan bahwa langkah antisipatif telah dimulai sejak pagi, salah satunya dengan menggelar doa bersama para ulama.

“Antisipasi dimulai dari tadi pagi dengan para ulama melantunkan dzikir doa agar bangsa ini segera pulih dan bangkit,” ucapnya.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, Pemkot Bekasi berharap dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan penyampaian aspirasi dilakukan secara kondusif. (Sur)

Quick Link

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses