Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sorotan

Walikota Depok Letakan Batu Pertama Gedung Kampung Betawi Depok di Duser.

Dapur Remaja Radio|Bojongsari.

Walikota Depok Mohammad Idris didampingi Camat Bojongsari Dede Hidayat, lurah Duren Seribu Suhendar, ketua Betawi Ora H. Rosidi, LPM Duren Seribu, Tokoh Masyarakat melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Budaya Betawi, kelurahan Duren Seribu, kecamatan Bojongsari, Depok pada Jumat (21/08/2020).

H. Rosidi selaku tokoh dan pendidiri komunitas Betawi Ora kelurahan Duren Seribu, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kota (Pemkot) Depok yang telah memfasilitasi lahan Fasos dan Fasum untuk dimanfaatkan sebagai pengembangan dan pelestarian kebudayaan Betawi di wilayah Duren Seribu.

“Lahan seluas 1270 meter persegi ini akan dibangun pusat kebudayaan Betawi dan sekaligus sebagai wadah pencarian bakat, khusunya untuk anak-anak usia dini sebagai edukasi yang sangat penting agar mereka bisa mengenal kebudayaan Betawi,”beber H.Rosidi.

Selain itu, Betawi Ora dan tokoh budaya kelurahan Duser akan membuat film yang berjudul “DUA JENDELA” penggarapan atau shoting akan dilaksanakan dekat ini.

Ditempat yang sama walikota Depok sangat mengapresiasi baik secara pribadi atau pemerintah kepada warga kelurahan Duren Seribu, untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan Betawi di kota Depok, khusunya, di kelurahan Duren Seribu, melalu kampung Budaya Betawi Depok.

Idris mengatakan, untuk orang Betawi di Jakarta di lihat secara prosentasi hanya 5 persen dibandingkan dari etnis Jawa yang lebih tinggi, namun demikian, kebudayaan di Jakarta tetap Betawi.

“di Jakarta aja tinggal 5 persen, sementara kota Depok orang Betawi lebih tinggi 37 persen, sedangkan untuk orang Jawa 35 persen, sisanya berbagai macam etnis yang ada di kota Depok, namun, budaya lokal harus di tonjolkan dan dipertahankan,”ujar orang nomor satu di kota Depok ini.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam proses asimilasi percampuran budaya, disini ada persaingan budaya, untuk itu, tokoh budaya dan masyarakat yang tergabung di Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) harus bisa meningkatkan kebudayaan asli dan apbila terjadi asimilasi tidak dominan, sehingga, asli kebudayaan Betawi di kota Depok tetap lebih menonjol.

“ketika ingin menjadikan Depok sebagai kota budaya, Kesbangpol banyak yang terdaftar seperti Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) yang di dalamnya adalah campuran berbagai etnis yang ada di kota Depok sebagai pemersatu, karena ini adalah ciri khasnya sebagai kota metropolitan,”terang Idris.

Untuk itu, walikota mengajak kepada tokoh budaya dan masyarakat untuk bisa memperkenalkan kebudayaan Betawi Depok kepada seluruh generasi muda, agar tidak tergerus jaman dan kebudayaan asing.

“jangan ngaku anak Betawi kalau kaga bisa ngaji ama karate, ini yang di ajarkan sama orang tua kita dulu, karate bukan untuk berantem tapi, untuk menangkal, mangkanya jangan mukul duluan, kalau dia jual baru kita beli,”jelas Idris.(nez).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Comments

Anda Mungkin Juga Suka

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari. Sebanyak 13 RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru serahkan jabatan dan stempel kepada lurah Bojongsari, Bojongsari Depok, pada Rabu...

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari Baru Pembagian Honor penanggulangan Covid-19 di kelurahan Bojongsari Baru yang dikucurkan melalui anggaran APBD kota Depok, sebesar Rp.100 juta menuai aksi...

Sorotan

 Dapur Remaja Radio|Bedahan. Lumbung Pangan kelurahan Bedahan telah mendistribusikan 425 paket sembako kepada posko kampung siaga Covid-19 kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok .  “Alhamdulillah...

Berita

Dapur Remaja Radio|Pontir. Merasa tidak cocok dengan pemilik Rumah Bersalin dan Kelinik 24 jam Paguyuban warga RT 03 RW 03 Jalan Pendidikan Serua Bulak...

%d blogger menyukai ini: