Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sorotan

Pansus DPRD Harus di Laksanakan Masyarakat Butuh Transparansi Anggaran

Ketua RT 003/001 Khomeini saat rapat transparansi anggaran di kator kelurahan BSB (foto onez)

Dapur Remaja Radio|Bojongsari.

Sebanyak 13 Ketua RT di Kelurahan Bojongsari Baru meminta transparansi perencanaan dan alokasi anggaran penanganan Covid-19 di Kelurahan Bojongsari Baru senilai Rp 100 Juta yang dikeluarkan melalui APBD kota Depok beberpa pekan yang lalu.

Untuk itu, ketua RT 003 RW 01 Khomeini mengatakan bahwa peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang lembaga Kemasyarkatan menjelaskan bahwa RT dan RW adalah Lembaga Kemasyarakatan yang dibentuk sebagai pelaksanaan peraturan tersebut, jelas bahwa RT adalah lembaga yang resmi sesuai amanat Permendagri.

“sudah jelas dalam aturan permendagri di masa penanganan Covid-19 di Kelurahan Bojongsari Baru ini, peran RT di setiap wilayah mempunyai peran langsung untuk turun, baik edukasi kepada Masyarakat, penanganan awal sampai penyaluran bantuan sosial walaupun dengan data yang carut marut ,”jelas ketua RT 003 kepada dapurremaja.com pada Kamis (4/6/2020) di kediamannya.

Untuk itu lanjut Khomeini, 13 Ketua RT yang datang ke Kelurahan mempertanyakan terkait perencanaan awal dan alokasi dana Rp.100 juta sebagai dana penanganan Covid-19 yang diberikan kepada setiap Kelurahan di Kota Depok.

“kami datang bersama ketua RT yang lain untuk meminta penjelasan, jadi, sebenarnya dana di Kelurahan Bojongsari Baru digunakan untuk apa, kami hanya meminta transparansi perencanaan alokasi dana tersebut, agar bisa sesuai dengan tujuan penanganan Covid-19 di BSB, baik itu yang sifatnya kegiatan, pembelian barang, honor ataupun insentif,”bebernya.

Sebelumnya, terkait dengan perencanaan dan alokasi anggaran diharapkan dimusyawarahkan dengan melibatkan RT, RW, Tokoh Masyarakat dan pihak lain yang memang diperlukan perannya agar tepat sasaran.

“inikan aneh, meskipun ada alokasi untuk honor/insentif harus betul-betul diberikan kepada unsur yang memiliki peran yang jelas, kinerja yang jelas dan parameter yang jelas ini diperlukan karena kondisi psikologis masyarakat di tengah pandemi,”ucapnya lagi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pertanyaan ini tidak bisa dijawab oleh lurah, sehingga sampai saat ini sebanyak 13 ketua RT tidak mendapatkan jawaban yang pasti, untuk itu, dengan dibentuknya pansus DPRD kota Depok sangat perlu agar pengurus RT dan masyarakat bisa jelas keperuntukannya.

“saya sebagai ketua RT 003 RW 01 dan Tokoh Masyarakat sangat mendukung proses yang diperlukan untuk transparansi anggaran, salah satu proses itu adalah menyalurkan aspirasi melalui DPRD ketika aparatur pemerintahan tidak bisa menjawab dan menyelesaikan permasalahan, pansus adalah mekanisme yang sesuai perundang-undangan yang berlaku untuk DPRD, sangat menyangkan ada 5 Fraksi menolak pembentukan pansus dan inilah bukti wajah kepemimpinan saat ini,”tutup Khomeini.(adi/red)

Anda Mungkin Juga Suka

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari. Sebanyak 13 RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru serahkan jabatan dan stempel kepada lurah Bojongsari, Bojongsari Depok, pada Rabu...

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari Baru Pembagian Honor penanggulangan Covid-19 di kelurahan Bojongsari Baru yang dikucurkan melalui anggaran APBD kota Depok, sebesar Rp.100 juta menuai aksi...

Sorotan

 Dapur Remaja Radio|Bedahan. Lumbung Pangan kelurahan Bedahan telah mendistribusikan 425 paket sembako kepada posko kampung siaga Covid-19 kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok .  “Alhamdulillah...

Berita

Dapur Remaja Radio|Pontir. Merasa tidak cocok dengan pemilik Rumah Bersalin dan Kelinik 24 jam Paguyuban warga RT 03 RW 03 Jalan Pendidikan Serua Bulak...