Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sorotan

Rumah Blandongan Cagar Budaya Penduduk Asli Depok, Ada di Dumek.

Dapur Remaja Radio|Dumek.

Laporan: Adi Onez.

Ngobrol kita Pagi Ini (Ngopi) adalah sebuah Program Radio Dapur Remaja yang hadir setiap hari dari Senin sampai dengan Sabtu pukul 07:00-11:00 wib, hanya ada di 107,8 FM atau download melalui Aplikasi web streaming di play store.

Kali ini, tim Ngopi Jalan-Jalan akan menyusuri rumah Blandongan alm H. Abdul Manaf yang ada di RT 05 RW 05 Kampung Tengah, kelurahan Duren Mekar kecamatan Bojongsari Depok.

Rumah Blandongan asli warga Depok dengan ukuran 10×12 ini di bangun sekitar tahun 1943 oleh Alm H. Baan, yang diteruskan oleh anaknya yang bernama H. Abdul Manaf di atas lahan kurang lebih 3800 meter.

Menurut Wawan Fadilah, salah satu cucu alm H. Abdul Manaf, rumah ini pernah dijadikan sebagai perguruan silat yang diberi nama Kaulinan Patani.

“Alhamdulillah, rumah ini sudah didaftarkan sebagai rumah cagar budaya asli penduduk Depok, yang di gagas oleh Kood kota depok H. Dahlan,”terangnya.

Wawan berharap, dengan adanya rumah Blandongan diwilayah Kampung Tengah bisa dijadikan sebagai tempat pembelajaran siswa sekolah, baik dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK mengenai sejarah khusus nya rumah Blandongan Cagar Budaya penduduk asli kota Depok.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Sementara, rumah utama panggung, Blandongan dan tempat lumbung masih asli bahan nya, belum ada yang diganti sampai saat ini, kalau Blandongan ukurannya 4×8 meter dan tempat lumbung padi sekitar 3×6 meter,”jelasnya kepada Dapur Remaja Radio kemaren.

Rumah lumbung padi

Balandongan dan rumah panggung ini banyak mengandung nama yang belum di identifikasi secara rinci, dimana nama-nama tersebut harus menghadirkan sesepuh yang memahami secara rinci bangunan dan nama yang digunakan.

“Sementara yang sudah di catat, seperti, bale bambu, gleger, waton, cricikan, grojogan, panglari, tangan tangan, Lat, kaso, umpak, nama nama seperti ini lah yang belum di pahami oleh anak anak saat ini,”jelas Wawan.

Disamping itu, ketua kood kota Depok H. Dahlan yang didampingi oleh Jamhurobi mengatakan bahwa rumah asli penduduk kota Depok yang di jadikan sebagai cagar budaya bukan saja diwilayah duren mekar (Dumek).

“ada lagi rumah asli penduduk Depok yang dijadikan rumah cagar budaya selain di dumek, ada di Cimanggis dan kelurahan Tapos, tetapi yang sudah didaftarkan terlebih dahulu di kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) ya, rumah Blandongan H. Abdul,”jelasnya.(nez).

Comments

Anda Mungkin Juga Suka

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari. Sebanyak 13 RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru serahkan jabatan dan stempel kepada lurah Bojongsari, Bojongsari Depok, pada Rabu...

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari Baru Pembagian Honor penanggulangan Covid-19 di kelurahan Bojongsari Baru yang dikucurkan melalui anggaran APBD kota Depok, sebesar Rp.100 juta menuai aksi...

Sorotan

 Dapur Remaja Radio|Bedahan. Lumbung Pangan kelurahan Bedahan telah mendistribusikan 425 paket sembako kepada posko kampung siaga Covid-19 kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok .  “Alhamdulillah...

Berita

Dapur Remaja Radio|Pontir. Merasa tidak cocok dengan pemilik Rumah Bersalin dan Kelinik 24 jam Paguyuban warga RT 03 RW 03 Jalan Pendidikan Serua Bulak...