Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik

Novi, Debat Publik Pilkada Depok Idris-Imam Menang Telak 5-0.

Penampilan Debat Publik Pilkada kota Depok di putaran pertama antara pasangan calon (Paslon) Pradi Supriatna - Afifah Alia dengan Pasangan calon (Paslon) Mohammad Idris- Imam Budi Hartono

Nadi Center saat nonton bareng Debat Publik Pilkada kota Depok, Putaran Pertama, di Resto dan Salon Out Of The Box (foto,onz)

Dapur Remaja Radio| Depok.

Penampilan Debat Publik Pilkada kota Depok di putaran pertama antara pasangan calon (Paslon) Pradi Supriatna – Afifah Alia dengan Pasangan calon (Paslon) Mohammad Idris- Imam Budi Hartono, yang disiarkan secara langsung di iNews TV pada pukul 15:00-17:00 Wib, Minggu (22/11/2020).

“saya menilai debat publik pilkada yang pertama kurang menguasi materi, terutama untuk paslon 01 Pradi-Afifa, sangat jauh dalam melontarkan pertanyaan dan jawaban yang terkadang kurang tepat,”jelas ketua umum Nadi Center, Novi Munadi saat usai nonton bareng di Resto dan Salon out of the box, di Jalan Raya Sawangan Rt 03/09 Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok.

Dikatakannya, Paslon 01 kurang menguasai materi dan ilmu, sehingga banyak pertanyaan dan jawaban tidak nyambung.

“seharusnya di acara debat publik seperti ini paslon 01 lebih luas dalam memberikan pertanyaan kepada paslon 01, bukan pertanyaan yang itu-itu aja, muter muter, bertanyalah seperti kapasitasnya sebagai calon wali-wakil walikota Depok yang penuh dengan smart dan berbobot,”beber Novi yang di dampingi Jayadi Bray tokoh pemuda kota Depok.

Sambung Novi, pertanyaan seorang eksekutif di pemerintahan kota Depok, berbobot dan berisi, bukan pertanyaan yang justru masyarakat juga tau, simpel sekali dalam melempar sebuah pertanyaan kepada paslon yang memang sudah berpengalaman.

“sangat disayangkan acara debat seperti ini membuang kesempatan dalam pembuktian, karena acara debat ini kan, masyarakat ingin melihat kualitas calon pemimpin lima tahun kedepan seperti apa,”terangnya.

Novi mengutip pertanyaan Idris program 100-0-100, seharusnya setiap pemimpin daerah harus sudah memahami.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“di tanya program 100-0-100 bukan lagi malah bingung, sehingga kembali mempertanyakan kembali yang dimaksud apa, itukan lucu sehingga debat pertama ini menurut saya jadi kurang asik, ga menantang,”cetusnya.

Menilai hasil debat kali ini, ketua umum Nadi Center menilai bukan lagi 1-0 tetapi 5-0 di acara debat publik pertama, menurutnya, paslon 02 sangat menguasi materi terlihat santai dan berisi dalam menjawab pertanyaan paslon 01.(nez)

 

Comments

Anda Mungkin Juga Suka

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari. Sebanyak 13 RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru serahkan jabatan dan stempel kepada lurah Bojongsari, Bojongsari Depok, pada Rabu...

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari Baru Pembagian Honor penanggulangan Covid-19 di kelurahan Bojongsari Baru yang dikucurkan melalui anggaran APBD kota Depok, sebesar Rp.100 juta menuai aksi...

Sorotan

 Dapur Remaja Radio|Bedahan. Lumbung Pangan kelurahan Bedahan telah mendistribusikan 425 paket sembako kepada posko kampung siaga Covid-19 kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok .  “Alhamdulillah...

Berita

Dapur Remaja Radio|Pontir. Merasa tidak cocok dengan pemilik Rumah Bersalin dan Kelinik 24 jam Paguyuban warga RT 03 RW 03 Jalan Pendidikan Serua Bulak...