Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik

Lawan Politik Kehabisan Gorengan, WAHABI Isu Politik Klasik Untuk Menjatuhkan Lawan.

Calon Walikota Depok, KH. Mohammad Idris. (dok)

Dapur Remaja Radio|Depok.

Menyikapi persoalan tuduhan WAHABI kepada calon walikota Depok nomor urut 2 Mohammad Idris, Pimpinan Pondok Pesantren Syaid Yusuf, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, KH. Syahroni, menyesalkan kepada pihak yang telah memfitnah dengan dasar yang tidak jelas.

“Kalau ada orang bilang PKS atau Mohammad Idris itu Wahabi, itu salah besar, gak nyambung, itu fitnah. Orangnya tidak mengerti tentang mazhab-mazhab Islam Ahlussunah waljamaah,”jawabnya.

Dikatakannya, kenapa setiap menghadapi tahun politik isu agama yang dimainkan, terlebih masalah aliran, khususnya WAHABI untuk menjatuhkan lawan.

“Kami melihat dari mata kepala kami sendiri, banyak orang bilang wahabi itu anti maulid tapi Kiai Idris malah menggelar program sejuta maulid. Kedua, ada yang bilang wahabi itu anti ziarah kubur, namun Kiai Idris ziarah kubur. Yang ketiga, ada juga yang mengatakan Kiai Idris amaliahnya tidak qunut, tapi beliau melakukan qunut,” kata Syahroni, Selasa (3/11/2020).

Sementara, calon Walikota Depok, Mohammad Idris menyikapi tudingan dirinya yang dikaitkan dengan Wahabi, terlepas dari politik, ini adalah persoalan Agama, menurutnya, perkataan yang di lontarkan terkait dengan isu wahabi orang tersebut belum memahami tentang agama.

“Terlepas dari prespektif politik, namun saya melihatnya dari prespektif agama, bahwa yang melontarkan ini biasanya ustadz yang sering ngaji dan berilmu, kalau orang berilmu menyampaikan ilmunya salah, ini bahaya. Bukan sekedar tuduhan kepentingan politik, namun bisa jadi fitnah, ini yang merusak nilai dan prinsip-prinsip agama dalam berpolitik,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dirinya (Idris,red) tidak merasa khawatir dengan isu yang di mainkan untuk menjatuhkan lawan, menurutnya, ini adalah isu klasik yang sudah dimainkan sejak 2005, jelas tidak terbukti.

“Ini kan isu klasik, sejak awal 2005 juga sudah ada isu lawan wahabi, tapi itu kan enggak terbukti. Cobalah, para ustad yang menjadi teladan di masyarakat tampilkan politik dan cara-cara yang santun, bukan sekadar santun tapi juga mengikuti etika agama, ini kan fitnah, fitnah besar ini,” jelasnya.

Sementara, Idris meminta bukti tudahan wahabi yang ditujukan kepada dirinya, sebab dirinya tau betul kehidupan Wahabi di Arab Saudi.

“Buktinya apa..? saya ini 15 tahun di Arab. Harus tahu dulu makna dan esensi wahabi itu apa, kalau wahabi yang dipersoalkan hanya maulid atau tidak, qunut tidak qunut, ini kan masalah khilafiah yang di Indonesia dari dulu sudah ada antara Al Irsyad, Persis, Muhammadiyah maupun NU. Namun sekarang sudah berkurang dari sisi kesadaran para ulama-ulamanya, kalau ulamanya sudah bagus jangan sampai mengacaukan lagi suasana ukhuwah yang sudah terjalin di tingkat ulama sudah baik,”paparnya.

Sementara, jika wahabi ditujukan kepada tokoh pergerakan yang dinamakan Muhammad bin Abdul Wahab.

“Yang mendirikan dan melakukan itu Muhammad Abdul Wahab itu bapaknya. Dari sini saja sudah salah kaprah menyebutnya, harusnya bukan wahabi, harusnya muhamadi. Ini kan menuduh bapaknya Muhammad yang bernama Abdul Wahab jelas enggak benar, padahal mereka sendiri tidak tahu sejarahnya Abdul Wahab seperti apa,” jelasnya.

Yang dikenal pada saat itu, sambugnya, adalah gerakannya melawan masyarakat yang telah mendewakan seperti kuburan, pepohonan dan tempat-tempat keramat yang menurut mereka hal ini tidak bisa ditolerir.

“Tawasul itu beda lagi permasalahannya dengan ta’abud, ini yang harus dipahami.Terkait Ahlusunnah Waljamaah, ini siapa?,” ucapnya.

“Kalau istilah Aswaja adalah NU, tapi kalau Ahlusunnah Waljamaah nya tidak bisa diklaim untuk NU. Muhammadiyah juga Ahlusunnah Waljamaah, begitu juga Persis, Al Irsyad atau Mathla’ul Anwar mereka juga Ahlusunnah Waljamaah, jika dalam konteks hadist mereka itu masuk kesana,” pungkasnya.(nez)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Comments

Anda Mungkin Juga Suka

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari. Sebanyak 13 RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru serahkan jabatan dan stempel kepada lurah Bojongsari, Bojongsari Depok, pada Rabu...

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari Baru Pembagian Honor penanggulangan Covid-19 di kelurahan Bojongsari Baru yang dikucurkan melalui anggaran APBD kota Depok, sebesar Rp.100 juta menuai aksi...

Sorotan

 Dapur Remaja Radio|Bedahan. Lumbung Pangan kelurahan Bedahan telah mendistribusikan 425 paket sembako kepada posko kampung siaga Covid-19 kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok .  “Alhamdulillah...

Berita

Dapur Remaja Radio|Pontir. Merasa tidak cocok dengan pemilik Rumah Bersalin dan Kelinik 24 jam Paguyuban warga RT 03 RW 03 Jalan Pendidikan Serua Bulak...