Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Jelang Lebaran Kue Kering Buatan Dapur Cik Dee Banjir Pesanan

Dapur Remaja Radio|Depok

Sri Widyawati 40 tahun, adalah sosok wanita yang patut menjadi contoh tentang keuletan dan kegigihanya, menjadikan dirinya terus bergerak untuk usaha demi menghidupi kebutuhan anak-anaknya. 

Menggunakan merek “Dapur Cik Dee” masakan kue keringnya semakin di sukai para pelanggannya. Awalnya iseng membuat kue kering olahannya sendiri, di setiap tahun mau lebaran Widy sebagai panggilan akrabnya Sri Wadyawati ini melewati masa masa jenuh dan bosan, namun untuk menutupi kebutuhan keluarganya. ia semakin semangat. 

“Nanti sedikit demi sedikit kue itu kita jual dari teman ke teman, ternyata keu itu laku,” ujarnya ketika di temui awak media di bilangan Cipayung Kota Depok, Sabtu (2/5/2020), obrolan santai nya sambil meracik kue keringnya itu. 

Widy, ibu rumah tangga biasa, Dia aktif berkreasi di dapur lalu dijual. Memang dasarnya suka memasak, ia membuat kue kering saat Lebaran untuk mengisi waktu luang. 

“Buat nambah-nambah beli baju Lebaran anak-anak aja, sambil bantu suami,” tuturnya.

Widy sosok yang tak mau berdiam diri, berjualan makanan untuk menyambung hidup berbekal uang seadanya. 

Apa saja yang menghasilkan uang, ia jual. Selain, ia juga menjajakan seperti jual berbagai masakan, nasi kotak, sampai ceker crispy. Lama kelamaan, ia menyadari bahwa ia butuh bekerja namun tetap berada di rumah. 

“Saya kepikiran, saya harus cari cara kerja dari rumah biar sekalian merawat dan mengawasi anak-anak,” ujar ibu dari empat anak itu. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Widy lalu menjatuhkan pilihan menggeluti bisnis berbagai macam kue keringnya. Pada awal tahun 2019, ia mulai menggeluti masakan keu kering. Tapi ia tak antusias, karena masih bingung memantapkan pilihan hatinya dalam berwirausaha.

Baru pada 2020, ia aktif mendalami ilmu pembuatan masakan melalui internet dan media sosial. Lalu Dia membuat keu untuk memasarkan produk-produk kue keringnya.

Setiap hari, Widy gencar menawarkan kue kering bikinannya di media sosial dengan sistem minimum order. Tak sedikit cibiran yang mendarat di lapak digital Widy. Menurutnya menjual kue kering di luar musim Hari Raya seperti Lebaran dan hari besar lainnya. 

“Saya diejek, ‘Ini kan, nggak Lebaran. Buat apa jualan kue kering, Widy?’ Ya saya jawab aja iseng, ‘Buat keramas!’”, katanya lalu terkekeh.

Agar citranya baik, Widy memotret semua kuenya. Tujuannya, menunjukkan kepada calon pelanggan lain bahwa kuenya enak dan eksis.

Terbukti, kegigihan Widy mampu menjawab keraguan orang-orang di sekitarnya, dan koleganya terus pesen kue kering buatannya. (adi). 

Comments

Anda Mungkin Juga Suka

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari. Sebanyak 13 RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru serahkan jabatan dan stempel kepada lurah Bojongsari, Bojongsari Depok, pada Rabu...

Sorotan

Dapur Remaja Radio|Bojongsari Baru Pembagian Honor penanggulangan Covid-19 di kelurahan Bojongsari Baru yang dikucurkan melalui anggaran APBD kota Depok, sebesar Rp.100 juta menuai aksi...

Sorotan

 Dapur Remaja Radio|Bedahan. Lumbung Pangan kelurahan Bedahan telah mendistribusikan 425 paket sembako kepada posko kampung siaga Covid-19 kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok .  “Alhamdulillah...

Berita

Dapur Remaja Radio|Pontir. Merasa tidak cocok dengan pemilik Rumah Bersalin dan Kelinik 24 jam Paguyuban warga RT 03 RW 03 Jalan Pendidikan Serua Bulak...